Welcome to Me World

This is Me World...
happiness and sadness
love and hate
angel and evil
heaven and hell

let us see the world from the different eyes
the eyes of Me World

intinya nulis semau aku. he...

Senin, 31 Oktober 2016

The Dying of the Heart


Mungkinkah hati ini bisa mati?
Mungkin saja. Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini?
Bilamanakah hati ini mati?
Mungkin bila engkau tak bisa merasakan sentuhan-sentuhan lembut di sekitarmu.
Sentuhan lembut?
Seperti menganggap biasa sesuatu yang sebenarnya bisa jadi itu tidak biasa.
Hati yang sekarat mungkin tak mampu lagi mendeteksi adanya sinyal ketidak-'biasa'-an.
Seolah semua tampak biasa saja.
Padahal bisa jadi kau sedang mengalami suatu proses menuju kekosongan jiwa.
Saat kau sedang berada dalam keramaian yang kau rasakan adalah kehampaan.
Pernahkah kau merasa demikian?
Saat kau menyendiri, hatimu gaduh tidak karuan.
Kau bingung mengapa sunyi sekalipun tak mendamaikan hatimu.
Bahkan kepiluan orang lain hanya kau rasa di ubun-ubun saja.
Tak sedikitpun rasa empati menyentuh permukaan hatimu.
Itukah yang disebut dengan matinya hati?
Mungkin matinya hati merupakan sebuah dampak dari seringnya kau menganggap biasa segala sesuatu.
Apa karena kita tak mengeskpresikan jiwa ini dengan benar?
Atau banyak perasaan kuat yang hanya kita tahan saja?
Saat kau duduk termenung dalam kegundahan jiwamu, kau hanya terdiam tanpa air mata.
Sebab terlalu banyak pengabaian-pengabaian hatimu terhadap semua yang terjadi dalam hidupmu.
Terus menunda untuk merasakan sentuhan-sentuhan lembut di sekitarmu.
Betapa mengerikan bila hati ini mati.
Bahkan tak ada lagi air mata untuk sekadar berharap bahwa hati ini akan hidup selamanya.
Tidakkah lebih baik tiada raga yang bernapas?
Paru-paru bisa saja mengembang dan mengempis.
Namun hati, bilakah ia telah tiada? Mati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar