Setiap dari kita pasti pernah merasakan momen 'titik balik' dalam kehidupan. Dan aku menganggap titik balik adalah sebuah hal yang positif. Meski untuk mengalami sebuah titik balik, sebelumnya kita merasakan sesuatu yang mungkin saja tidak menyenangkan. Apapun itu titik balik begitu menarik bagiku untuk menuliskannya di sini. Setelah begitu lama vakum dari dunia per-blog-an (lebih tepatnya dunia kepenulisan. Hehe..) mungkin ini momen yang baik untuk mulai menulis lagi.
Kali ini aku mencoba untuk menulis pengalaman hidup seorang kawan. Ya, semoga dia tidak marah bila pengalamannya aku ceritakan di sini. ^^"
Setiap dari manusia wajib bersyukur. Ya, bersyukur adalah kunci dari hidupnya sebuah kehidupan. Tanpa rasa syukur, mustahil rasanya bisa menjalani kehidupan yang sungguh menarik ini. Beberapa waktu yang lalu, kawanku telah mengalami titik balik 'terbaik' bagi dirinya. 'Terbaik' versiku sih. Entah bagaimana dia menanggapinya. Hehe.. Momen dimana dia kembali mengingat sang Pencipta. Momen dimana hanya Dia-lah muara segala-galanya. Benar-benar menakjubkan apa yang sudah dia alami. Menjadi seorang pelarian dari kisah hidup seseorang dan lalu ditinggalkan telah mengubah kehidupannya.
Tuhan sungguh hebat. Dengan kisah yang begitu dramatis, Dia menyentuh dasar kalbu kawanku ini. Dengan berbagai pergolakan hati, pada akhirnya ia menyadari bahwa hanya kepada Tuhan semua akan kembali. Dan begitulah bagaimana Tuhan menyentuh dan membelai hati kawanku ini. Dan kini ia begitu sangat antusias untuk selalu berjumpa dengan-Nya. Ah, betapa manisnya iman yang ia rasakan. Semoga istiqomah menjadi pelindung terbaik baginya. Dan semoga Tuhan selalu memeluknya dengan sapaan-sapaan yang indah.
Dan mungkin seperti itulah cara Tuhan menyadarkan kita untuk kembali kepada-Nya. Dan aku begitu senang ikut menjadi saksi dari titik balik kehidupan seseorang. Bahwa kasih sayang Tuhan begitu nyata.
Maaf ya, ceritanya tidak mendetail. Memang bukan ceritanya yang menjadi inti tulisan ini tapi sebuah titik balik seseorang yang begitu indah, yang mungkin aku dan kau pun pernah mengalaminya.
Kali ini aku mencoba untuk menulis pengalaman hidup seorang kawan. Ya, semoga dia tidak marah bila pengalamannya aku ceritakan di sini. ^^"
Setiap dari manusia wajib bersyukur. Ya, bersyukur adalah kunci dari hidupnya sebuah kehidupan. Tanpa rasa syukur, mustahil rasanya bisa menjalani kehidupan yang sungguh menarik ini. Beberapa waktu yang lalu, kawanku telah mengalami titik balik 'terbaik' bagi dirinya. 'Terbaik' versiku sih. Entah bagaimana dia menanggapinya. Hehe.. Momen dimana dia kembali mengingat sang Pencipta. Momen dimana hanya Dia-lah muara segala-galanya. Benar-benar menakjubkan apa yang sudah dia alami. Menjadi seorang pelarian dari kisah hidup seseorang dan lalu ditinggalkan telah mengubah kehidupannya.
Tuhan sungguh hebat. Dengan kisah yang begitu dramatis, Dia menyentuh dasar kalbu kawanku ini. Dengan berbagai pergolakan hati, pada akhirnya ia menyadari bahwa hanya kepada Tuhan semua akan kembali. Dan begitulah bagaimana Tuhan menyentuh dan membelai hati kawanku ini. Dan kini ia begitu sangat antusias untuk selalu berjumpa dengan-Nya. Ah, betapa manisnya iman yang ia rasakan. Semoga istiqomah menjadi pelindung terbaik baginya. Dan semoga Tuhan selalu memeluknya dengan sapaan-sapaan yang indah.
Dan mungkin seperti itulah cara Tuhan menyadarkan kita untuk kembali kepada-Nya. Dan aku begitu senang ikut menjadi saksi dari titik balik kehidupan seseorang. Bahwa kasih sayang Tuhan begitu nyata.
Maaf ya, ceritanya tidak mendetail. Memang bukan ceritanya yang menjadi inti tulisan ini tapi sebuah titik balik seseorang yang begitu indah, yang mungkin aku dan kau pun pernah mengalaminya.