Welcome to Me World

This is Me World...
happiness and sadness
love and hate
angel and evil
heaven and hell

let us see the world from the different eyes
the eyes of Me World

intinya nulis semau aku. he...

Senin, 14 Agustus 2017

Titik Balik

Setiap dari kita pasti pernah merasakan momen 'titik balik' dalam kehidupan. Dan aku menganggap titik balik adalah sebuah hal yang positif. Meski untuk mengalami sebuah titik balik, sebelumnya kita merasakan sesuatu yang mungkin saja tidak menyenangkan. Apapun itu titik balik begitu menarik bagiku untuk menuliskannya di sini. Setelah begitu lama vakum dari dunia per-blog-an (lebih tepatnya dunia kepenulisan. Hehe..) mungkin ini momen yang baik untuk mulai menulis lagi.

Kali ini aku mencoba untuk menulis pengalaman hidup seorang kawan. Ya, semoga dia tidak marah bila pengalamannya aku ceritakan di sini. ^^"

Setiap dari manusia wajib bersyukur. Ya, bersyukur adalah kunci dari hidupnya sebuah kehidupan. Tanpa rasa syukur, mustahil rasanya bisa menjalani kehidupan yang sungguh menarik ini. Beberapa waktu yang lalu, kawanku telah mengalami titik balik 'terbaik' bagi dirinya. 'Terbaik' versiku sih. Entah bagaimana dia menanggapinya. Hehe.. Momen dimana dia kembali mengingat sang Pencipta. Momen dimana hanya Dia-lah muara segala-galanya. Benar-benar menakjubkan apa yang sudah dia alami. Menjadi seorang pelarian dari kisah hidup seseorang dan lalu ditinggalkan telah mengubah kehidupannya.

Tuhan sungguh hebat. Dengan kisah yang begitu dramatis, Dia menyentuh dasar kalbu kawanku ini. Dengan berbagai pergolakan hati, pada akhirnya ia menyadari bahwa hanya kepada Tuhan semua akan kembali. Dan begitulah bagaimana Tuhan menyentuh dan membelai hati kawanku ini. Dan kini ia begitu sangat antusias untuk selalu berjumpa dengan-Nya. Ah, betapa manisnya iman yang ia rasakan. Semoga istiqomah menjadi pelindung terbaik baginya. Dan semoga Tuhan selalu memeluknya dengan sapaan-sapaan yang indah.

Dan mungkin seperti itulah cara Tuhan menyadarkan kita untuk kembali kepada-Nya. Dan aku begitu senang ikut menjadi saksi dari titik balik kehidupan seseorang. Bahwa kasih sayang Tuhan begitu nyata.

Maaf ya, ceritanya tidak mendetail. Memang bukan ceritanya yang menjadi inti tulisan ini tapi sebuah titik balik seseorang yang begitu indah, yang mungkin aku dan kau pun pernah mengalaminya.

Senin, 31 Oktober 2016

The Dying of the Heart


Mungkinkah hati ini bisa mati?
Mungkin saja. Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini?
Bilamanakah hati ini mati?
Mungkin bila engkau tak bisa merasakan sentuhan-sentuhan lembut di sekitarmu.
Sentuhan lembut?
Seperti menganggap biasa sesuatu yang sebenarnya bisa jadi itu tidak biasa.
Hati yang sekarat mungkin tak mampu lagi mendeteksi adanya sinyal ketidak-'biasa'-an.
Seolah semua tampak biasa saja.
Padahal bisa jadi kau sedang mengalami suatu proses menuju kekosongan jiwa.
Saat kau sedang berada dalam keramaian yang kau rasakan adalah kehampaan.
Pernahkah kau merasa demikian?
Saat kau menyendiri, hatimu gaduh tidak karuan.
Kau bingung mengapa sunyi sekalipun tak mendamaikan hatimu.
Bahkan kepiluan orang lain hanya kau rasa di ubun-ubun saja.
Tak sedikitpun rasa empati menyentuh permukaan hatimu.
Itukah yang disebut dengan matinya hati?
Mungkin matinya hati merupakan sebuah dampak dari seringnya kau menganggap biasa segala sesuatu.
Apa karena kita tak mengeskpresikan jiwa ini dengan benar?
Atau banyak perasaan kuat yang hanya kita tahan saja?
Saat kau duduk termenung dalam kegundahan jiwamu, kau hanya terdiam tanpa air mata.
Sebab terlalu banyak pengabaian-pengabaian hatimu terhadap semua yang terjadi dalam hidupmu.
Terus menunda untuk merasakan sentuhan-sentuhan lembut di sekitarmu.
Betapa mengerikan bila hati ini mati.
Bahkan tak ada lagi air mata untuk sekadar berharap bahwa hati ini akan hidup selamanya.
Tidakkah lebih baik tiada raga yang bernapas?
Paru-paru bisa saja mengembang dan mengempis.
Namun hati, bilakah ia telah tiada? Mati!

Minggu, 28 Agustus 2016

Tas Merah


Entah perasaan apa yang ane rasakan saat ane bawa tas merah pergi ngantor. Seneng aja gitu rasanya. Gak tau kenapa? Gak ada yang nyuruh gak ada yang minta. Selalu aja pengen bawa. Simple dan asik aja gitu. Menarik dan menyenangkan. Tas merah ane ini model totebag gitu. Dikasih temen ane yang lagi kerja di Balige. Ane seneng bawanya bukan karena itu tas pemberian. Toh ane juga punya totebag yang lain walaupun udah dipakai buat isi yang lain sih. Cuma ane udah terlanjur nyaman sama si totebag merah ini. Hehe…

Ya, mungkin seperti itulah kenyamanan. Mau seperti apapun rupa, warna, dan bentuknya selalu bisa kita terima dengan ikhlas dan lapang. Tak hanya itu, hati kita pun jadi senang. Ada perasaan yang aneh ketika kenyamanan ini hilang kan? Terlebih, ane ini orangnya selalu menomorsatukan kenyamanan. Pakai baju pun yang penting adalah nyaman. Perkara orang lihatnya baju ane biasa aja atau jelek ane sih gak peduli. Yang terpenting adalah NYAMAN.

Jadi, kenyamanan itu subjektif banget kali ya. Yaiyalah, setiap orang pasti punya definisi masing2 tentang arti sebuah kenyamanan. Hehe.. Mungkin itu juga yang buat orang jadi males banget keluar dari ZONA NYAMAN. Haha… Jadi bingung deh ane. Nyaman itu pasti enak banget, tapi terus berada dalam zona nyaman pun gak bagus. Why? Karena ada yang bilang kita akan lambat or susah berkembang kalau terus berada dalam zona nyaman terus.

Tapi kalau dipikir-pikir sih emang ada benernya. Pengalaman ane dulu waktu tiba2 diminta dinas di luar kota, jujur ane sedikit gelisah. Dalam batin ane sih, ngapain juga ya aku yang disuruh. Secara, udah nyaman dan enak kerja di sini. Deket rumah, lingkungannya nyaman, temen2 kerjanya juga ok, eh malah disuruh pindah. Ya, walaupun cuma sementara sih sebenernya. Hehe… Tapi gimana2 juga tetep aja ane merasa gak nyaman.

Karena gak ada pilihan lain selain melaksanakan tugas, ya udah deh ane berangkat aja walaupun dengan hati yang sebenarnya gak tenang. Haha… Pas udah nyampe di sono, ane harus berusaha untuk adaptasi lagi. Adaptasi dengan cuaca dan lingkungan sekitarnya. Terlebih beradaptasi lagi dengan teman2 kerja yang baru. Ya, walaupun sebenarnya ane udah pernah ditugasin di sini tapi setelah sekian lama gak ke sini rasanya pasti beda banget kan? Suasananya pun udah beda banget. Ya, mungkin di waktu itulah ane sedang keluar dari zona nyaman ane. Rasanya sih pasti gak enak, gak enak banget. Haha.. Walaupun gak enak kayak gitu ya ane berusaha untuk tetap stay cool sih. Hehe.. Yah, berusaha untuk menyihir pikiran sendiri untuk kuat menjalani hari2 di sana. Haha… Yah, kadang berhasil kadang juga merasa gak nyaman berada di sono.

Tapi sejujurnya ane bersyukur karena dapat banyak pengalaman berharga di sono. Dapet temen2 baru yang jelas sekaligus dapet pengalaman mereka juga sih. Kayak Ms. 16. Ternyata orangnya kerja di sono cuma sementara doank. Beliaunya  ternyata pernah ikut SM3T dan kerja di sono karena masih nunggu buat tahap lanjutan dari SM3T. Dan yang menarik, ane diajarin ilmu merajut. Tapi sekarang ane udah lupa sih. Haha.. Itu karena ane udah gak pernah lanjut belajar lagi. Kalau ane terus belajar pasti masih bisa. Duh! Tapi, seenggaknya ane dapet ilmu baru kan? Menariknya lagi, ane diajarin bahasa daerah beliau. Ane seneng banget karena jiwa ane juga jiwa anak sastra dan bahasa. Hehe.. Jadi ane seneng banget kalau diajarin bahasa baru. Hoho… Terus orangnya juga cerita pengalamannya selama ngajar SM3T di Papua. Intinya ane dapet banyak pengalaman menarik dari orangnya.

Gak cuma dari Ms. 16 aja sih. Tapi juga dari temen2 kerja yan lain di sono. Terus ane juga baru tahu kalau ternyata di sono ada yang namanya Gr****r. Jadi nih, kalau misal ane kemaleman pulangnya ane tinggal main2in aplikasinya, nunggu bentar, terus orangnya udah jemput ane di TKP dan langsung nganterin ane pulang tepat ke rumah dinas ane dengan biaya yang menurut ane ekonomis sih untuk ukuran kota sono. Hidup sebulan di sono, ane pun jadi belajar ngatur pengeluaran lagi. Yah, jadi manajer keuangan pribadi gitu lah. Yang jelas, ane belajar hemat selama hidup di sono. Jadi, ane dapat ilmu lagi untuk lebih mandiri dan baik dalam pengaturan keuangan pribadi ane sendiri.

Yah, intinya sih sebenernya keluar dari zona nyaman itu baik buat kita. Tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan menghadapi sebuah situasi yang mungkin jauh di luar kebiasaan kita, jauh di luar ekspektasi kita. Keluar dari zona nyaman itu yang jelas membuat kita jadi lebih berkembang dan kita bisa mengambil banyak pelajaran dan merasakan pengalaman yang berharga. Itu sih menurut ane. Jadi, gak ada salahnya kalau sekali2 kita keluar dari zona nyaman kita atau mungkin sesekali mencoba hal2 baru yang belum pernah kita lakukan. Intinya bahagialah menjalani kehidupan. Karena bahagia bukanlah tujuan akhir dari sebuah kehidupan, tapi bahagia adalah cara bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Jangan lupa bahagia, ya!

Rabu, 13 Juli 2016

MENCINTAI KARENA ALLAH?

Buktinya?
Gak gampang cuy!
Boleh aja manis di bibir tapi kenyataan bisa mengandung kepahitan tingkat beragam. haha... alay...

Sulit?
Embeeeerr....
Yah, mau gimana lagi. Cuma manusia biasa sih! hehe..

Sebenarnya mencintai karena Allah itu kayak apa sih?
Aku pun sejujurnya masih belum paham benar dengan kalimat 'hits' itu. Aku masih terus mencari, menyelami, mendalami makna dibalik kalimat "mencintai karena Allah". Membaca dari berbagai artikel juga belum memuaskan akal dan hati ini. hoho...

Mengutip dari sebuah hadits, yah mungkin bisa membantu aku yang masih remah2 rengginang ini untuk memahaminya. hhaks...
*Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kelak di hari kiamat Allah akan berfirman, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku,”(HR. Muslim).

Dari hadits di atas, mari kita coba pahami bersama dari kalimat 'saling mencintai karena keagungan-Ku'. Jadi, mungkin maksudnya aku dan kamu saling mencintai karena Allah Mahaagung? Aku dan kamu saling mencintai karena aku dan kamu mencintai Allah. Aku dan kamu saling mencintai karena aku dan kamu beribadah kepada-Nya. Karena aku beribadah kepada Allah, aku mengingatkanmu bila kau salah, maka kamu mencintaiku karena Allah, dan begitu pula sebaliknya. Apa begitu ya? Suwe2 ki kok mbulet tenan yo.. hhiiks... 

Ayo kita tambah dengan satu hadits lagi biar lebih rame. hehe...
**Rasullulah SAW bersabda,“Siapa pun tidak akan merasakan manisnya iman, hingga ia mencintai seseorang hanya karena Allah semata,” (HR. Bukhari).
Apakah teman-temin sudah pernah merasakan manisnya iman? Kalau belum, berarti teman-temin belum mencintai seseorang hanya karena Allah. Kalau aku gimana ya? hehe...

Okelah, kalau ini diterusin kayaknya akan semakin membuat aku dan kamu semakin bingung. Jadi, cukup sampai di sini saja. Untuk kesimpulannya, silahkan aku dan kamu simpulkan sendiri. Jadi, apa makna dari 'mencintai karena Allah'? Silahkan dipahami sendiri-sendiri ya.. hehe...

Setidaknya yang pasti harus kita lakukan adalah mencintai Allah. Dengan mencintai Allah, maka kita akan ikhlas untuk beribadah pada-Nya. Melakukan semua aktivitas kita karena mengharapkan ridho-Nya semata.
Dan jangan lupa untuk berniat sebelum melakukan aktivitas apapun. Niatkan semua karena lillah.

Walaupun tidak mudah bukan berarti tidak bisa kita lakukan. Seperti iman yang naik turun, bahkan cinta pun juga bisa naik turun. Bisa jadi hari ini kita begitu bersih dan suci, esok mungkin kita akan kotor kembali. So, just do your best for Allah and let Allah do the rest for you.

terimakasih sudah membaca tulisan aku yang mbulet kemana-kemana. Judulnya apa, ngomongin apa, intinya apa, ya begitulah. Harap maklum, sedang labil. Semangat mencintai karena Allah ya, aku dan kamu! ^^

Senin, 22 Februari 2016

Perpisahan

Haruskah aku  bersedih atau bahagia?
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah mengetahui bahwa pada akhirnya kita bertemu hanya untuk berpisah.

Lantas haruskah kita memilih untuk tidak dipertemukan saja?
Tentu tidak demikian. Seandainya kita tidak dipertemukan, akankah hidup kita menjadi lebih indah dan bermakna? Dunia ini memang penuh dengan misteri. Dunia ini penuh dengan tanda tanya? Namun, kita tak harus menemukan jawabannya hanya untuk membuat hidup menjadi lebih indah dan bermakna. Terkadang kita hanya perlu berdiam dan menikmati alur kehidupan ini berjalan. Membawa kita pada titik-titik tertentu yang membuat kita selalu berdecak kagum. Selalu saja ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita abadikan dalam memori kita. Selalu saja ada sajak dan irama yang menggerakkan hati kita pada keagungan sang Pengatur Hati.

Bukankah setiap yang bernyawa pasti akan mati? Begitu juga dengan pertemuan. Bila kau tak siap untuk berpisah jangan memberanikan diri untuk bertemu dan mengenal. Bila kau tak sanggup menghadapi perpisahan maka tak perlu memaksakan diri untuk larut dalam hubungan-hubungan manusia. Bukankah kau juga pasti mati? Lantas mengapa merisaukan sebuah perpisahan. Perpisahan adalah keniscayaan. Namun, semua itu bisa saja menjadi fana bila kau percaya bahwa kelak Tuhan akan menyejatikan hubungan-hubungan manusia di dalam surga-Nya. Bukankah itu yang kau inginkan?

Hadapilah sebuah perpisahan dengan senyuman dan kegembiraan. Karena dengan begitu kita masih mempunyai kesempatan untuk membuat senyuman dan kegembiraan itu abadi. Percayalah.

Rabu, 17 Februari 2016

Hai, Miko! Hello, World!

Ada yang pernah baca komik "Hai, Miko!"? Komik yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari anak SD kelas 5? Ada cerita tentang keluarga, persaudaraan, persahabatan, kisah kasih di sekolah, dll. Hehe.. Komik ini tergolong ringan untuk dibaca karena ceritanya yang sederhana. Pas lah kalau misal kita lagi stres dan penat dengan banyaknya kesibukan lalu dihibur dengan cerita2 konyol dan seru yang ada di komik ini.

Nah, yang menarik sebenarnya itu adalah temen ane. Jadi ceritanya kemarin dia bilang ke ane kalau dia dapat pencerahan setelah baca komik ini. Banyak hal menarik yang dia dapatkan setelah merenungkan isi dari komik ini. Haha.. Sebenarnya ane sendiri gak pernah berpikir sampai sejauh itu lho kalau baca komik. Karena memang dalam pikiran ane baca komik itu cuma buat hiburan aja n gak dibuat untuk perenungan. Haha.. Tapi, ya syukurlah kalau kita bisa mengambil hikmah dari setiap apa yang kita lakukan, termasuk dari membaca komik. Hehe..

Mungkin beberapa orang berpendapat bahwa komik hanya untuk bacaan anak kecil atau remaja dan tidak untuk orang dewasa. Well, kalau ane sih gak kayak gitu sih mikirnya. Buat ane, baca komik itu asik pakai banget. Haha.. Biar orang mau bilang baca komik itu kayak anak kecil juga ane gak peduli. So, what? Hahaa.. Buktinya temen ane aja bisa dapat hikmah setelah baca komik. Hehe..

Pada akhirnya, kita bisa mendapatkan banyak pelajaran berharga dari apapun, di manapun dan kapanpun. Kita hanya perlu sedikit membuka hati dan pikiran kita untuk melihat sesuatu dari sisi2 yang berbeda. Bahkan mungkin kita akan mendapatkan hal2 baru dan menarik untuk hidup kita. Seperti halnya membaca komik. Sesuatu yang mungkin orang berpikir bahwa membaca komik hanya sekedar menjadi hiburan namun ternyata kita pun bisa mengambil pelajaran yang justru menarik untuk direnungkan. Mungkin hidup ini memang rumit dan penuh dengan misteri. Namun dunia ini indah dengan segala pernak-perniknya.
Every simple thing has its own place in our heart. ^^

Senin, 15 Februari 2016

Tiada Mengerti

"Sungguhkah dia yang paling mengerti kamu?"


Tidak ada yang benar-benar bisa mengerti kita. Tidak ada. Bahkan mungkin terkadang kita sendiri pun tidak mengerti tentang diri kita sendiri. Tentang hati dan pikiran kita. Mungkin kita menganggap dia orang yang benar-benar bisa mengerti kita. Dia selalu ada untuk kita. Mau mendengarkan setiap cerita kita. Selalu berada di samping kita baik senang maupun riang gembira. Baik sedih maupun duka lara. Namun pada dasarnya manusia diciptakan bukan untuk menjadi sempurna. Celah itu pasti akan selalu ada. Perasaan di mana ketika dia membuat hati kita kecewa, sakit hati, sedih, dan terluka. Karena itulah, tidak ada yang benar-benar bisa mengerti kita. Mungkin hanya Tuhan. Ya, hanya Dia.